Muara Enim — Telah terjadi luapan air Sungai Ayek Besak yang menggenangi Jalan Pemda di Dusun 5 Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan terputusnya akses jalan alternatif penghubung Kecamatan Rambang Niru, Kecamatan Rambang Lubai, menuju Kota Muara Enim untuk sementara waktu.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Rambang Dangku Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan IPTU Edward Habibi, S.T., M.M., bersama personel Polsek Rambang Dangku, didampingi perangkat Kecamatan Rambang Niru dan perangkat Desa Aur Duri, langsung melakukan peninjauan ke lokasi luapan air. Peninjauan dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan serta dampak yang ditimbulkan akibat meningkatnya debit air sungai.
Berdasarkan hasil pengecekan, luapan air Sungai Ayek Besak menggenangi jalur Jalan Pemda sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air bervariasi antara 10 sentimeter hingga 70 sentimeter. Lokasi genangan berada jauh dari permukiman warga, sehingga tidak ada rumah masyarakat yang terdampak. Jalan tersebut diketahui merupakan jalur alternatif yang cukup vital bagi aktivitas transportasi antar kecamatan.
Luapan air terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan debit Sungai Ayek Besak meningkat dan meluap ke badan jalan. Akibat kejadian tersebut, akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga debit air surut. Diperkirakan air akan berangsur surut dalam waktu sekitar 7 hingga 8 jam apabila tidak terjadi hujan lanjutan maupun kiriman air dari hulu sungai. Dalam peristiwa ini dipastikan tidak terdapat korban jiwa.
Kapolsek Rambang Dangku Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan IPTU Edward Habibi, S.T., M.M., telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Aur Duri Saudara Muslim untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas, mengingat saat ini telah memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif lain hingga kondisi jalan kembali aman untuk dilalui.
Sebagai langkah antisipasi, personel Polsek Rambang Dangku bersama perangkat desa telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi banjir serta terus melakukan pemantauan perkembangan debit air. Polsek Rambang Dangku juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang, guna mengantisipasi kemungkinan banjir yang lebih luas dan dampak lanjutan terhadap aktivitas masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar