MUARA ENIM – Pemanfaatan hasil hilirisasi batu bara untuk sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini terlihat dalam kegiatan Panen Raya Pertanian Implementasi Kalium Humat yang dilaksanakan di lahan pertanian binaan PT Bukit Asam (PTBA) di Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Ulil Amri, Kabag SDM Polres Muara Enim Kompol Indrowono, S.H., M.Si, mewakili Kapolres Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim yang diwakili Danramil Lawang Kidul, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP), Direktur Utama PT Bukit Asam dan jajaran direksi PT Bukit Asam, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Tanjung Karangan, serta kelompok tani setempat.
Program ini merupakan bagian dari inovasi pemanfaatan kalium humat hasil hilirisasi batu bara, yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus produktivitas tanaman. Kalium humat diketahui mampu meningkatkan bioavailabilitas unsur hara serta menstabilkan PH tanah, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih optimal. Selain itu, penggunaan kalium humat juga dinilai mampu menghemat penggunaan pupuk organik serta meningkatkan hasil panen petani.
Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap sektor pertanian masyarakat.
“Selama ini petani umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun. Dengan dukungan teknologi seperti PLTS dan pemanfaatan kalium humat, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat hingga tiga kali panen dalam satu tahun,” ujarnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Komisaris Utama PTBA Bambang Ismawan, yang menilai bahwa pemanfaatan kalium humat dapat menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Sementara itu, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Ulil Amri yang mewakili Bupati Muara Enim menyampaikan apresiasi atas inovasi PT Bukit Asam dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah.
Menurutnya, sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan nutrisi tanah untuk meningkatkan produksi tanaman.
Dengan adanya kalium humat yang mampu menyediakan nutrisi penting bagi tanaman, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan kalium humat tidak hanya terbatas pada tanaman pangan, tetapi juga dapat diterapkan pada tanaman hortikultura, perkebunan, serta berbagai komoditas pertanian lainnya. Oleh karena itu, sosialisasi kepada para petani perlu terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
“Jika pemanfaatannya semakin luas, maka ini akan sangat membantu dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis kalium humat kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHTP), serta kepada sejumlah kelompok tani.
Sebagai penutup kegiatan, jajaran Forkopimda Kabupaten Muara Enim bersama Jajaran Direksi PT Bukit Asam, Forkopimcam, serta Kepala Desa Tanjung Karangan melakukan panen raya secara langsung di lahan pertanian, dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah tanaman lainnya di lokasi tersebut.
Panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi batu bara tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar