Muara Enim — Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah desa melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun 2026 atau Tahun Baru Saka 1948 di kawasan Trans Bali, Dusun V Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipantau langsung oleh jajaran Polsek Lubai Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan yang diwakili oleh Wakapolsek Lubai Ipda Idam Kholik, SH, bersama personel kepolisian lainnya. Turut hadir perwakilan TNI dari Koramil Rambang Lubai, perangkat Desa Jiwa Baru, tokoh adat Hindu Putu Dastra, serta sekitar 300 umat Hindu setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak kepolisian serta tokoh adat, kemudian dilanjutkan dengan pengarakan patung Ogoh-Ogoh mengelilingi kampung sejauh kurang lebih 1 kilometer, dimulai dari pura umum dan kembali ke titik awal.
Setelah prosesi pengarakan, kegiatan dilanjutkan dengan pembakaran patung Ogoh-Ogoh sebagai simbol pengusiran roh jahat atau energi negatif, sekaligus harapan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
Kehadiran aparat dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Hindu dapat berlangsung dengan aman dan lancar, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Pawai Ogoh-Ogoh merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu. Selanjutnya, pada Kamis (19/3/2026) mulai pukul 06.00 WIB, umat Hindu akan melaksanakan Brata Penyepian dengan berdiam diri di rumah tanpa melakukan aktivitas di luar selama 24 jam.
Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan tokoh adat, diharapkan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di wilayah Muara Enim dapat berjalan dengan penuh khidmat serta mencerminkan nilai toleransi antarumat beragama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar