Rabu, 04 Februari 2026

Polsek Rambang Dangku Monitoring Wilayah Terdampak Luapan Air di Sejumlah Desa


Muara Enim — Polsek Rambang Dangku Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan, melaksanakan monitoring perkembangan situasi wilayah yang terdampak luapan air atau banjir di wilayah hukum Polsek Rambang Dangku, Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.


Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan masyarakat, serta dampak yang ditimbulkan akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Dari hasil pemantauan, luapan air terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Empat Petulai Dangku dan Kecamatan Rambang Niru.


Di Kecamatan Empat Petulai Dangku, wilayah yang terdampak meliputi Desa Banuayu dengan 10 rumah terendam air setinggi 20–30 sentimeter, Desa Kuripak sebanyak 8 rumah dengan ketinggian air 40–50 sentimeter, Desa Kuripan Selatan 5 rumah dengan ketinggian 50–70 sentimeter, Desa Siku 10 rumah dengan ketinggian 40–50 sentimeter, Desa Dangku 5 rumah dengan ketinggian 30–40 sentimeter, Desa Pangkalan Babat 5 rumah dengan ketinggian 30–40 sentimeter, serta Desa Muara Niru sebanyak 5 rumah dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Seluruh wilayah tersebut dilaporkan nihil korban jiwa maupun kerugian material.


Sementara itu, di Kecamatan Rambang Niru, luapan air terpantau di Desa Air Limau dengan ketinggian air 30–40 sentimeter tanpa rumah terdampak, Desa Jemenang sebanyak 10 rumah dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter, serta Desa Tebat Agung sebanyak 5 rumah dengan ketinggian air 30 sentimeter. Seluruhnya juga dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.


Kapolsek Rambang Dangku bersama anggota dan para Bhabinkamtibmas turut melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan perangkat desa setempat. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah tersebut telah memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir susulan.


Diketahui, luapan air yang terjadi merupakan banjir tahunan akibat meluapnya Sungai Air Lematang dan anak-anak sungai di wilayah Kecamatan Rambang Niru. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu sungai. Meski demikian, sebagian besar rumah warga merupakan rumah panggung sehingga air tidak masuk ke dalam rumah, namun aktivitas masyarakat tetap mengalami gangguan.


Polsek Rambang Dangku Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan terus melakukan patroli, monitoring, serta imbauan kamtibmas kepada masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, koordinasi berkelanjutan dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait juga dilakukan untuk pemetaan daerah rawan banjir, pemasangan imbauan waspada banjir, serta deteksi dini guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan.


Polsek Rambang Dangku juga akan terus memperbarui perkembangan situasi di lapangan dan siap mengambil langkah lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air maupun dampak lanjutan terhadap masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Polisi Cek Langsung Pertumbuhan Jagung, Fokus Atasi Serangan Hama

Muara Enim – Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Rambang Niru Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan melalui k...