Muara Enim — Kanit Binmas bersama Bhabinkamtibmas Polsek Gelumbang Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Bantuan Bibit Jagung yang digelar di Ruang Rapat Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gelumbang, Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala BPP Kecamatan Gelumbang Ramlan, S.P., Kanit Binmas Polsek Gelumbang AIPTU H. Warsa, S.Sos., Bhabinkamtibmas BRIPKA Azhari, seluruh ketua kelompok tani penerima bantuan bibit jagung tahun 2025–2026, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan pendamping desa.
Dalam penyampaiannya, Kepala BPP Kecamatan Gelumbang menjelaskan bahwa rapat bertujuan untuk mengetahui progres penanaman benih jagung beserta paket bantuan lainnya, seperti pupuk, racun rumput, dan pestisida yang bersumber dari APBN dan APBD. Data yang dihimpun meliputi jumlah bibit yang telah ditanam, luas lahan, hasil panen, hingga proses pemasaran, agar laporan yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, Ketua BPP juga meminta para ketua kelompok tani dan anggotanya agar aktif mengonfirmasi setiap tahapan pemanfaatan bantuan yang diterima, sehingga data pelaksanaan program ketahanan pangan dapat tercatat secara akurat dan seragam.
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Gelumbang menyampaikan agar setiap penjualan jagung pipil dari wilayah Kecamatan Gelumbang, baik ke Bulog, tengkulak, maupun pabrik, tetap mencantumkan asal produksi dari Kabupaten Muara Enim. Ia juga mengimbau agar setiap penjualan dilaporkan kepada PPL dan Bhabinkamtibmas guna mendukung pendataan di Bulog.
Kanit Binmas juga menegaskan komitmen Polsek Gelumbang untuk terus berkoordinasi dengan Bulog serta pihak terkait lainnya, guna memberikan kemudahan bagi para petani dalam memasarkan hasil panen jagung pipil.
Dalam forum tersebut, para perwakilan kelompok tani turut menyampaikan sejumlah kendala, di antaranya kesulitan proses pengeringan jagung pascapanen pada musim hujan, standar kadar air jagung pipil 14 persen yang ditetapkan Bulog, serta keterbatasan sarana pendukung seperti mesin tanam, mesin panen, dan mesin pengering. Para petani berharap adanya kebijakan jemput bola dari Bulog serta kemudahan dalam penyerapan hasil panen guna menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah.
Para petani juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polsek Gelumbang Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan, yang selama ini aktif mendorong dan mendukung petani jagung pipil di Kecamatan Gelumbang.
Kegiatan rapat ditutup dengan penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Muara Enim berupa racun rumput, racun hama, dan pupuk organik secara simbolis kepada 10 orang petani jagung di Kecamatan Gelumbang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar